Listyo Sigit Prabowo Resmi Jadi KSP, Kariernya Berlanjut di Istana
Listyo Sigit Prabowo Tinggalkan Kursi Kapolri, Kini Jadi KSP: Ada Satu Hal yang Bikin Penunjukan Ini Menarik
Pergantian pejabat di Istana kembali mencuri perhatian. Kali ini bukan cuma soal siapa yang datang dan siapa yang pergi, tetapi juga soal Listyo Sigit Prabowo yang langsung mendapat tugas baru setelah lima tahun berada di kursi Kapolri.
Pada Kamis, 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP).
Posisi tersebut sebelumnya ditempati Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.
Yang membuat peralihan ini menarik, Listyo menjalankan tugas barunya tepat setelah masa jabatannya sebagai Kapolri berakhir.
Artinya, setelah bertahun-tahun menjadi orang nomor satu di Korps Bhayangkara, Listyo kini kembali ke lingkungan Istana dengan peran yang berbeda.
Buat kamu yang suka mengikuti kabar terbaru seputar tokoh nasional dan berita yang sedang ramai dibicarakan, Mania News juga menghadirkan berbagai informasi dengan gaya yang lebih ringan dan mudah diikuti.
Listyo Sigit Prabowo Resmi Jadi KSP Setelah Masa Jabatan Kapolri Berakhir
Nama Listyo Sigit Prabowo selama beberapa tahun terakhir tentu sudah tidak asing lagi.
Ia resmi menjabat Kapolri sejak 27 Januari 2021 setelah proses pengusulan dan persetujuan DPR RI.
Kini, setelah kurang lebih lima tahun memimpin institusi Polri, masa jabatannya berakhir pada 1 Oktober 2026.
Posisi Kapolri kemudian diteruskan oleh Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Sementara itu, Listyo mendapat mandat baru sebagai Kepala KSP.
Pergantian tersebut menjadi bagian dari rangkaian pergantian sejumlah pejabat negara yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Dengan jabatan barunya, Listyo kembali berada di lingkungan pusat pemerintahan.
Menariknya, lingkungan Istana sebenarnya bukan tempat baru bagi Listyo. Sebelum publik mengenalnya sebagai Kapolri, ia pernah menjalankan tugas sebagai ajudan Presiden Joko Widodo pada 2014 hingga 2016.
Pernah Jadi Ajudan Presiden, Kini Listyo Kembali ke Istana
Pengalaman tersebut membuat Listyo sudah mengenal lingkungan kepresidenan jauh sebelum kembali ke Istana sebagai KSP.
Menariknya, lingkungan Istana sebenarnya bukan tempat baru bagi Listyo. Sebelum publik mengenalnya sebagai Kapolri, ia pernah menjalankan tugas sebagai ajudan Presiden Joko Widodo pada 2014 hingga 2016.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan karier Listyo.
Setelah menyelesaikan penugasan sebagai ajudan, kariernya terus bergerak naik.
Ia kemudian dipercaya menjadi Kapolda Banten pada 2016.
Dua tahun berikutnya, Listyo menduduki posisi Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan atau Kadiv Propam Polri.
Karier Listyo terus menanjak. Pada 6 Desember 2019, ia mengambil alih posisi Kabareskrim Polri dan menggantikan Jenderal Pol. Idham Azis.
Pengalaman tersebut semakin memperkuat rekam jejak Listyo di tubuh Polri. Tidak lama setelah menjabat Kabareskrim, Presiden Joko Widodo mengajukan nama Listyo sebagai calon Kapolri.
Dari Kabareskrim hingga Kapolri
Salah satu fase penting dalam karier Listyo terjadi ketika ia menjabat sebagai Kabareskrim.
Dalam posisi tersebut, ia bersama jajarannya menangani sejumlah perkara besar yang mendapat perhatian luas.
Saat memimpin Bareskrim, Listyo menangani sejumlah kasus besar yang menjadi perhatian publik. Salah satu yang paling dikenal adalah kasus Djoko Tjandra.
Tim Bareskrim berhasil menangkap Djoko Tjandra setelah 11 tahun buron. Djoko Tjandra merupakan terpidana kasus Bank Bali yang sebelumnya melarikan diri dan menjadi buronan selama lebih dari satu dekade.
Selain itu, Listyo juga menangani perkara kebakaran Gedung Kejaksaan Agung.
Dalam proses penyidikan perkara tersebut, sebanyak 11 orang ditetapkan sebagai tersangka.
Rekam jejak tersebut menjadi bagian dari perjalanan Listyo sebelum akhirnya menduduki kursi Kapolri.
Pada Januari 2021, Presiden Joko Widodo mengajukan nama Listyo melalui Surat Presiden kepada DPR.
Setelah memperoleh persetujuan DPR, Listyo resmi dilantik sebagai Kapolri pada 27 Januari 2021.
Profil Listyo Sigit Prabowo, Lulusan Akpol 1991
Listyo lahir di Ambon, Maluku, pada 5 Mei 1969.
Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian atau Akpol tahun 1991.
Pendidikan kepolisiannya kemudian berlanjut ke sejumlah jenjang.
Dalam riwayat pendidikan yang tercatat, Listyo pernah mengikuti PTIK pada 1998, Sespim pada 2006, S2 STIK PTIK pada 2008, dan pendidikan Lemhannas pada 2017.
Sebelum mencapai posisi tertinggi di Polri, ia juga melewati berbagai jabatan strategis.
Mulai dari Kapolres Pati, Wakapolrestabes Semarang, Kapolresta Surakarta, Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri, hingga Dirreskrimum Polda Sulawesi Tenggara.
Setelah itu, perjalanan kariernya berlanjut ke Istana sebagai ajudan presiden.
Dari sana, ia kembali ke sejumlah posisi penting di lingkungan Polri.
Bukan Sekadar Ganti Jabatan, Ini Babak Baru Karier Listyo
Perpindahan dari Kapolri menjadi Kepala KSP tentu membuat posisi Listyo kini berbeda.
Jika sebelumnya ia memimpin institusi kepolisian dengan struktur dan tanggung jawab yang sangat besar, kini ia menjalankan tugas di lingkungan Kantor Staf Kepresidenan.
Perubahan tersebut membuat publik kembali menyoroti perjalanan kariernya.
Apalagi Listyo bukan sosok yang baru mengenal lingkungan Istana.
Ia pernah menjadi bagian dari lingkungan kepresidenan ketika menjadi ajudan Presiden Joko Widodo.
Kini, lebih dari satu dekade setelah penugasan tersebut, ia kembali ke Istana dengan jabatan yang jauh berbeda.
Perjalanan dari ajudan presiden, Kapolda, Kabareskrim, Kapolri, hingga KSP menjadi bagian dari rekam jejak panjang Listyo di pemerintahan dan kepolisian.
Informasi mengenai pergantian jabatan seperti ini juga menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan publik. Mania News akan terus menghadirkan kabar terkini dengan pembahasan yang lebih dekat dengan pembaca.
Listyo Sigit Prabowo Torehkan Sejumlah Penghargaan Sepanjang Karier
Selama menjalankan tugas di Polri, Listyo juga tercatat memperoleh sejumlah tanda jasa.
Beberapa di antaranya adalah Satyalancana Pengabdian 8 Tahun pada 2000 dan Satyalancana Dwidya Sistha pada 2002.
Kemudian ada Satyalancana Dharma Nusa pada 2007, Satyalancana Pengabdian 16 Tahun pada 2012, serta Satyalancana Pengabdian 24 Tahun pada 2015.
Pada 2016, Listyo menerima Bintang Bhayangkara Nararya.
Sementara pada 2019, ia menerima Satyalancana Operasi Kepolisian dan Bintang Bhayangkara Pratama.
Sejumlah penghargaan lainnya diterima pada 2020, termasuk Satyalancana Karya Bhakti, Satyalancana Jana Utama, dan Satyalancana Bhakti Buana.
Pada 2021, Listyo juga menerima Bintang Bhayangkara Utama.
Deretan penghargaan tersebut menjadi bagian dari catatan panjang pengabdiannya di institusi kepolisian.
Suyudi Ario Seto Kini Pegang Tongkat Komando Polri
Di saat Listyo memasuki babak baru sebagai KSP, posisi Kapolri kini diteruskan oleh Suyudi Ario Seto.
Suyudi juga memiliki pengalaman panjang di lingkungan kepolisian.
Ia pernah bertugas di bidang reserse, termasuk sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota dan Polres Metro Jakarta Barat.
Selain itu, Suyudi pernah menjadi Kanit Resmob Bareskrim Polri dan Kapolsek Metro Tanah Abang.
Kariernya kemudian berkembang dengan memimpin sejumlah kepolisian resor.
Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, serta Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Kariernya terus menanjak hingga ia menduduki jabatan strategis di tingkat Polda.
Pada 2023, Suyudi menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya.
Setahun kemudian, Suyudi kembali mendapat penugasan penting sebagai Kapolda Banten.
Perjalanan kariernya berlanjut ke tingkat nasional ketika Suyudi kemudian memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN).
Kini, ia mendapat tanggung jawab baru sebagai Kapolri.
Listyo Sigit Prabowo dan Suyudi Ario Seto Masuk Babak Baru
Pergantian jabatan ini membuat dua nama tersebut sama-sama memasuki fase baru dalam perjalanan kariernya.
Listyo meninggalkan kursi Kapolri dan dipercaya menjadi Kepala KSP.
Sementara Suyudi mengambil alih posisi pucuk pimpinan Polri.
Bagi Listyo, tugas sebagai KSP juga membuat dirinya kembali ke lingkungan Istana yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
Perbedaannya, kali ini ia datang bukan sebagai ajudan presiden, melainkan sebagai pejabat yang memegang posisi strategis di Kantor Staf Kepresidenan.
Perubahan tersebut tentu akan membuat kiprah Listyo kembali menjadi perhatian publik.
Penutup
Perjalanan Listyo Sigit Prabowo memang belum berhenti setelah meninggalkan kursi Kapolri.
Justru, pada 1 Oktober 2026, babak baru kariernya dimulai ketika Presiden Prabowo Subianto mempercayakannya sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan.
Dari seorang perwira yang memulai karier di berbagai daerah, menjadi ajudan presiden, Kapolda, Kabareskrim, Kapolri, hingga akhirnya kembali ke Istana sebagai KSP.
Sementara itu, tongkat komando Polri resmi beralih kepada Suyudi Ario Seto.
Pergantian ini tentunya akan menjadi salah satu perubahan penting dalam susunan pejabat strategis pemerintahan dan institusi kepolisian.
Menurut kamu, bagaimana kiprah Listyo Sigit Prabowo setelah resmi menjadi Kepala KSP? Apakah pengalaman panjangnya di kepolisian akan menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas barunya?
Tulis pendapat kamu di kolom komentar.
Jangan lupa ikuti terus perkembangan berita terbaru, isu yang sedang ramai, dan kabar menarik lainnya hanya di Mania News.