Seorang perempuan Laporkan Betrand Peto, Onyo Buka Suara: “Aku Cuma Mau Karaokean”
Betrand Peto Buka Suara soal Tuduhan Pelecehan: “Aku Cuma Mau Karaokean”
Nama Betrand Peto kembali menjadi sorotan setelah seorang perempuan berusia 21 tahun melaporkannya ke Polda Metro Jaya atas dugaan kekerasan seksual.
Di tengah ramainya pemberitaan, Betrand Peto alias Onyo akhirnya buka suara. Betrand juga menegaskan kesiapannya mengikuti seluruh proses hukum untuk memberikan keterangan mengenai kejadian tersebut.
Buat yang ingin mengikuti perkembangan berita hiburan dan kabar selebritas lainnya, Mania News bisa menjadi salah satu tempat untuk mengikuti update terbaru.
Seorang perempuan berusia 21 tahun Laporkan Betrand Peto
Pihak ANW membuat laporan terhadap Betrand Peto di Polda Metro Jaya pada Sabtu, 12 September 2026. Mereka menyebut kejadian itu berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB di sebuah kelab malam kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
Pihak pelapor, melalui kuasa hukumnya, menyebut ANW mengalami dugaan tindakan pelecehan seksual. ANW mengaku Betrand tidak merayunya sebelum kejadian. ANW mengklaim tindakan tersebut terjadi secara tiba-tiba.
“Nggak ada, nggak ada (Betrand Peto merayu atau memancing). “Dia langsung nyerang saya, dia cium saya,” ujar ANW.
Kuasa hukum ANW kemudian membawa persoalan tersebut ke ranah hukum dengan membuat laporan di Polda Metro Jaya.
Kasus ini pun tidak berhenti pada dugaan pelecehan seksual.Pihak ANW juga melaporkan WHA, pria yang mereka sebut sebagai teman Betrand, ke polisi. Mereka menuduh WHA melakukan penganiayaan terhadap ANW dalam keributan yang terjadi di lokasi.
Keributan Terjadi di Dalam Kelab
Kuasa hukum ANW menjelaskan bahwa hampir 10 orang berada di dalam private room saat kejadian berlangsung. Rombongan Betrand sendiri membawa enam orang, terdiri dari empat laki-laki dan dua perempuan.
Sementara itu, ANW datang ke kelab tersebut bersama seorang temannya untuk menikmati minuman sambil mendengarkan musik.
Situasi kemudian berubah menjadi keributan. Pihak kuasa hukum mengatakan petugas kelab dan waitress akhirnya turun tangan untuk memisahkan pihak-pihak yang terlibat.
“Petugas di sana, waitress di sana yang memisahkan,” kata Monteri Marbun, salah satu kuasa hukum ANW.
Menurut pihak pelapor, setelah keributan tersebut tidak ada permintaan maaf ataupun tindak lanjut dari Betrand. Kondisi tersebut kemudian mendorong ANW untuk membawa persoalan itu ke ranah hukum dan membuat laporan polisi.
Kuasa hukum ANW juga menunjukkan sejumlah foto yang memperlihatkan kondisi fisik ANW setelah kejadian.
Foto-foto tersebut menampilkan bagian hidung, leher, hingga lengan ANW yang mengalami memar. Mereka juga menyebut telah memiliki hasil visum terkait dugaan cedera pada bagian hidung.
Namun, seluruh tuduhan tersebut masih berada dalam proses hukum dan belum menjadi putusan pengadilan.
Seorang perempuan berusia 21 tahun Punya Versi, Betrand Peto Beri Bantahan
Namun, Betrand Peto menceritakan kronologi yang berbeda dari versi ANW.
Saat berada di dalam ruangan kelab, Onyo mengaku melihat ANW sedang menangis di sofa. Ia kemudian mencoba mencari tahu alasan ANW menangis dengan menanyakan kondisi perempuan tersebut.
Betrand mengaku penasaran dengan alasan perempuan tersebut menangis. Ia kemudian mencoba bertanya, tetapi tidak mendapatkan jawaban.
“Saya pun bertanya kepada perempuannya, gitu. ‘Kenapa bisa nangis?’ gitu. Dan dia itu enggak ada jawab sama sekali,” ujar Betrand.
Menurut cerita Betrand, suasana kemudian menjadi semakin tegang setelah teman pelapor menghampirinya.
Ia mengaku pakaiannya ditarik dan tangannya ikut ditarik. Namun, Betrand mengatakan dirinya tidak memberikan respons fisik.
“Aku tuh tidak bereaksi apa pun, aku cuma diam doang,” katanya.
Keributan yang terjadi akhirnya dilerai oleh petugas keamanan di lokasi.
Keterangan ini menjadi bagian penting dari versi Betrand mengenai apa yang sebenarnya terjadi malam itu.
Betrand Tegaskan Tidak Melakukan Tindakan Asusila
Setelah tuduhan tersebut mencuat, Betrand Peto secara tegas membantah telah melakukan tindakan seksual terhadap ANW.
Ia menyatakan tidak pernah melakukan tindakan seperti yang dituduhkan.
Betrand juga tidak ingin memperpanjang persoalan dengan memberikan cerita yang tidak dialaminya. Menurutnya, dirinya akan menyampaikan apa yang benar-benar diketahui dan dialami selama proses hukum berlangsung.
“Untuk permasalahan yang dia bilang aku tuh tindakan seksual, aku tidak melakukan itu sama sekali,” ujar Betrand.
Ia kemudian menegaskan kesiapannya untuk mengikuti seluruh aturan yang berlaku.
Bagi Betrand, proses hukum menjadi ruang untuk membuktikan apa yang sebenarnya terjadi.
Kasus Masih Berjalan, Netizen Diminta Tak Terburu-buru Menyimpulkan
Kasus antara Betrand Peto dan ANW kini menjadi perhatian publik karena masing-masing pihak mempunyai versi berbeda mengenai kejadian tersebut.
Di satu sisi, pihak ANW menyampaikan adanya dugaan pelecehan seksual serta penganiayaan. Mereka juga menyebut sejumlah bukti pendukung, termasuk foto kondisi fisik dan visum.
Di sisi lain, Betrand Peto membantah tuduhan tindakan seksual dan memberikan kronologi versi dirinya. Ia juga menyatakan siap mengikuti proses hukum.
Hal yang perlu digarisbawahi, laporan polisi bukan berarti seseorang otomatis dinyatakan bersalah. Begitu juga bantahan dari pihak terlapor belum secara otomatis membuktikan bahwa tuduhan tersebut tidak terjadi.
Penentuan fakta tetap menjadi bagian dari proses penyelidikan dan penyidikan aparat penegak hukum.
Karena itu, publik sebaiknya tidak terburu-buru menjadikan potongan video, komentar media sosial, atau narasi sepihak sebagai kesimpulan akhir.
Perkembangan kasus ini tentu masih akan menarik perhatian, terutama jika nantinya polisi memberikan keterangan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan pihak-pihak yang terlibat.
Bagi kamu yang ingin tetap mengikuti perkembangan kasus selebritas, Mania News akan terus menghadirkan informasi hiburan dan kabar terbaru dengan mengikuti perkembangan fakta yang tersedia.
Lalu, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Kasus Betrand Peto dan seorang perempuan berusia 21 tahun ini memperlihatkan bagaimana sebuah kejadian di tempat hiburan bisa berkembang menjadi persoalan hukum yang serius.
Saat ini, dua versi cerita telah muncul ke publik. Pihak ANW menyampaikan tuduhan dugaan pelecehan dan penganiayaan, sementara Betrand Peto memberikan bantahan serta kronologi dari sudut pandangnya.
Publik tentu penasaran dengan kelanjutan kasus ini. Namun, yang paling penting adalah memberikan ruang bagi proses hukum untuk berjalan tanpa menghakimi salah satu pihak terlebih dahulu.
Menurut kamu, apakah kasus seperti ini sebaiknya sepenuhnya diserahkan kepada proses hukum sebelum publik mengambil kesimpulan? Tulis pendapat kamu di kolom komentar dan jangan lupa terus kunjungi Mania News untuk mengikuti berita hiburan terbaru.