Teguh Istiyanto Soroti Puan Maharani di Tengah Demo DPR
Teguh Istiyanto Kecewa Puan Maharani Tak Hadir Saat Demo Aktivis Pati Kawal RUU Perampasan Aset
Demo hari ini di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8), bukan cuma soal massa yang turun ke jalan. Ada momen ketika sejumlah aktivis akhirnya bisa masuk ke dalam gedung parlemen dan menyaksikan langsung rapat paripurna.
Salah satu yang kemudian menyampaikan kekecewaannya adalah Teguh Istiyanto, perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Ia menyoroti ketidakhadiran Ketua DPR RI Puan Maharani ketika rapat membahas perkembangan penyusunan RUU Perampasan Aset.
Buat para aktivis yang sudah datang jauh-jauh dan bertahan selama berhari-hari, momen tersebut tentu punya arti tersendiri. Mereka ingin menyampaikan aspirasi secara langsung, bukan sekadar menyuarakannya dari balik pagar gedung parlemen.
Seperti diberitakan Mania News, perjuangan AMPB kali ini memang cukup menyita perhatian karena mereka secara konsisten membawa tuntutan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan.
14 Perwakilan Aktivis Pati Masuk Gedung DPR
Sebanyak 14 perwakilan AMPB mendapat kesempatan memasuki area Gedung DPR/MPR pada Kamis (27/8).
Mereka bisa masuk setelah pimpinan DPR memberikan izin kepada para perwakilan untuk menyaksikan secara langsung rapat paripurna yang berlangsung hari itu.
Kesempatan tersebut menjadi titik penting bagi para aktivis. Selama beberapa hari sebelumnya, mereka sudah melakukan demonstrasi di depan Gedung DPR untuk menyampaikan tuntutan terkait RUU Perampasan Aset.
Isu tersebut memang menjadi salah satu agenda yang mereka kawal.
AMPB menilai pengesahan RUU Perampasan Aset penting agar DPR segera memberikan kepastian terkait kelanjutan pembahasannya.
Di ruang rapat, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membuka jalannya rapat. Sejumlah pimpinan parlemen turut mendampingi Dasco, di antaranya Cucun Ahmad Syamsurijal, Sari Yuliati, dan Saan Mustopa.
Rapat kemudian berjalan dengan agenda yang salah satunya membahas perkembangan penyusunan RUU Perampasan Aset.
DPR Janjikan RUU Perampasan Aset Disahkan Desember 2026
Salah satu momen yang cukup menarik perhatian terjadi ketika Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyampaikan perkembangan penyusunan RUU Perampasan Aset.
Habiburokhman menyampaikan kepada peserta rapat bahwa DPR menargetkan pengesahan RUU tersebut dalam Rapat Paripurna pada Desember 2026.
Pernyataan itu menjadi kabar yang cukup penting bagi para aktivis.
Pasalnya, tuntutan terkait RUU Perampasan Aset menjadi salah satu alasan utama AMPB bertahan dan melakukan aksi di sekitar Gedung DPR.
Usai mendengar janji tersebut, para perwakilan AMPB langsung meninggalkan area persidangan.
Namun, cerita belum selesai.
Salah satu perwakilan AMPB, yakni Teguh Istiyanto, justru menyampaikan sejumlah kritik kepada pimpinan DPR. Fokus utamanya adalah ketidakhadiran Puan Maharani dalam rapat tersebut.
Teguh Istiyanto Kecewa Puan Maharani Tak Hadir
Teguh Istiyanto mengaku kecewa karena Puan Maharani tidak terlihat hadir ketika rapat membahas perkembangan RUU Perampasan Aset.
Menurut Teguh, kehadiran pimpinan DPR menjadi hal yang penting, terlebih ketika masyarakat dari berbagai daerah sudah datang langsung ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi.
Ia bahkan menggambarkan kondisi para aktivis yang sudah bertahan selama berhari-hari di sekitar lokasi aksi.
Teguh mengaku sudah dua hari dua malam menahan lelah tanpa sempat beristirahat dengan layak. Ia juga menyebut belum mandi selama berada di posko.
Bagi Teguh, kondisi tersebut menjadi gambaran bagaimana para peserta aksi berusaha bertahan demi menyampaikan aspirasi.
Ia pun meminta pimpinan DPR menemui massa secara langsung.
Menurutnya, para peserta aksi tidak hanya datang dari Pati. Ada pula massa yang disebut berasal dari Surabaya hingga Bali.
Artinya, perjalanan yang ditempuh para aktivis tidak sebentar.
Mereka datang membawa tuntutan dan berharap bisa mendapatkan respons langsung dari wakil rakyat yang berada di dalam gedung parlemen.
Teguh Istiyanto Minta Pimpinan DPR Temui Massa
Dalam kesempatan tersebut, Teguh juga meminta pimpinan DPR agar tidak hanya menerima aspirasi melalui perwakilan.
Ia berharap ada pimpinan yang bersedia menemui langsung masyarakat yang masih bertahan di depan Gedung DPR.
Permintaan itu terasa cukup masuk akal dari sudut pandang para peserta aksi.
Pasalnya, demonstrasi bukan hanya soal jumlah massa yang hadir, tetapi juga mengenai bagaimana aspirasi tersebut mendapatkan ruang untuk didengar.
Teguh bahkan secara khusus meminta agar pimpinan DPR menemui masyarakat yang datang dari luar Jakarta.
Menurutnya, masyarakat dari Pati, Surabaya, Bali, dan daerah lainnya sudah mengeluarkan tenaga serta waktu untuk datang ke Jakarta.
Karena itu, ia berharap perjuangan mereka tidak dianggap sebelah mata.
Di tengah situasi tersebut, ketidakhadiran Puan Maharani kemudian menjadi sorotan tersendiri.
Kritik Teguh Istiyanto untuk Seluruh Anggota DPR
Kekecewaan Teguh tidak berhenti pada Puan Maharani.
Ia juga menyampaikan pesan kepada seluruh anggota DPR agar lebih serius menjalankan tugas, terutama dalam menghadiri agenda-agenda penting.
Teguh menilai rapat paripurna yang membahas perkembangan RUU Perampasan Aset merupakan agenda penting.
Karena itu, ia mempertanyakan mengapa pimpinan tertinggi DPR tidak terlihat dalam rapat tersebut.
Menurut Teguh, kondisi itu membuat dirinya kecewa.
Ia bahkan menyebut ketidakhadiran tersebut sebagai bentuk menyepelekan negara.
Pernyataan itu tentu cukup keras.
Namun, kalau melihat konteks aksinya, Teguh memang sedang berbicara dari sudut pandang masyarakat yang ingin mendapatkan kepastian mengenai kelanjutan RUU Perampasan Aset.
Di sisi lain, informasi mengenai ketidakhadiran seorang pimpinan dalam rapat tentu tidak serta-merta menjelaskan alasan di baliknya. Tidak hadir dalam satu agenda juga belum tentu berarti mengabaikan persoalan yang sedang dibahas.
Meski begitu, dari sisi komunikasi publik, kehadiran pejabat dalam agenda yang sedang menjadi perhatian masyarakat memang bisa memiliki makna tersendiri.
Terlebih ketika massa aksi sudah berada di depan gedung parlemen selama beberapa hari.
RUU Perampasan Aset Jadi Titik Perhatian
Perdebatan mengenai RUU Perampasan Aset sendiri masih menjadi salah satu isu hukum dan politik yang menarik perhatian publik.
Bagi masyarakat yang mengawal isu tersebut, kepastian mengenai kapan aturan itu disahkan menjadi hal yang sangat ditunggu.
Pernyataan Habiburokhman mengenai target pengesahan pada Desember 2026 pun kini menjadi salah satu poin yang akan kembali diperhatikan.
Apakah target tersebut benar-benar dapat direalisasikan?
Itulah yang nantinya akan menjadi pembuktian bagi DPR setelah menyampaikan janji di tengah perhatian masyarakat.
Sementara itu, bagi AMPB dan para aktivis yang sudah datang dari berbagai daerah, perjuangan mereka belum tentu selesai hanya karena mendapatkan kesempatan masuk ke Gedung DPR.
Justru setelah mendapatkan janji mengenai target pengesahan, publik akan menunggu bagaimana proses tersebut berjalan hingga akhir.
Seperti yang terlihat dalam aksi hari ini, masyarakat bukan hanya meminta pernyataan, tetapi juga menginginkan adanya langkah nyata.
Penutup
Demo hari ini memperlihatkan bagaimana perjuangan masyarakat dari daerah bisa bertemu langsung dengan proses politik di Gedung DPR.
14 perwakilan AMPB mendapat kesempatan menyaksikan rapat paripurna dan mendengar langsung target pengesahan RUU Perampasan Aset pada Desember 2026.
Namun, bagi Teguh Istiyanto, ada satu hal yang masih mengganjal, yakni ketidakhadiran Puan Maharani dalam agenda tersebut.
Teguh berharap seluruh anggota DPR lebih serius menghadiri sidang-sidang penting yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan negara.
Kini, tinggal bagaimana DPR membuktikan komitmennya terhadap RUU Perampasan Aset.
Apakah target pengesahan pada Desember 2026 benar-benar akan terwujud atau justru kembali mengalami perubahan?
Menurut kamu, apakah kehadiran pimpinan DPR dalam agenda seperti ini memang penting untuk menunjukkan penghargaan terhadap aspirasi masyarakat?
Tulis pendapat kamu di kolom komentar dan jangan lupa terus ikuti berita terbaru seputar isu politik, sosial, hingga kabar yang sedang ramai diperbincangkan hanya di Mania News.