Timnas Basket Putri Tundukkan Thailand 61-52, Revans di Asian Games 2026
Timnas Basket Putri Indonesia Balas Kekalahan dari Thailand di Asian Games 2026
Kalau ada pertandingan yang sejak awal terasa punya cerita sendiri, duel Timnas Basket Putri Indonesia melawan Thailand di Asian Games 2026 ini salah satunya.
Bukan sekadar laga pembuka Grup A. Ada memori kekalahan dari Thailand pada SEA Games 2025 yang masih melekat. Karena itu, ketika peluit akhir berbunyi di Aichi International Arena, Kamis (17/9/2026), kemenangan 61-52 terasa jauh lebih berarti.
Srikandi Merah Putih akhirnya berhasil menundukkan Thailand dalam pertandingan yang berlangsung ketat sejak awal. Hasil tersebut sekaligus membuat catatan pertemuan kedua tim menjadi 1-1 setelah Indonesia sebelumnya kalah pada SEA Games 2025.
Buat kamu yang ingin mengikuti berita olahraga, hiburan, dan berbagai cerita terbaru lainnya, informasi seputar laga ini juga menjadi bagian dari kabar yang bisa kamu ikuti di Mania News.
Timnas Basket Putri Langsung Dapat Ujian di Laga Pertama
Memulai turnamen besar dengan menghadapi Thailand tentu bukan pekerjaan ringan.
Indonesia harus berhadapan dengan tim yang sebelumnya mampu mengalahkan mereka di SEA Games 2025. Situasi tersebut membuat pertandingan di Nagoya terasa seperti kesempatan untuk memperbaiki catatan sekaligus mengawali perjalanan Asian Games dengan hasil positif.
Sejak kuarter pertama, kedua tim memang langsung bermain ketat.
Indonesia sempat unggul tipis 14-13 setelah sepuluh menit pertama. Perbedaan satu poin tersebut menunjukkan bagaimana kedua tim sama-sama tidak ingin memberikan ruang terlalu banyak kepada lawan.
Namun, permainan Indonesia kemudian mulai menemukan ritmenya pada kuarter kedua.
Srikandi Merah Putih mampu menambah 22 poin, sementara Thailand hanya mencetak 13 angka. Alhasil, Indonesia menutup babak pertama dengan keunggulan 36-26.
Momentum tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Indonesia menuju kemenangan.
Kuarter Ketiga Indonesia Makin Menjauh
Memasuki kuarter ketiga, Indonesia berusaha mempertahankan keunggulan yang sudah dibangun.
Alih-alih membiarkan Thailand mengejar, para pemain Indonesia kembali menambah angka melalui permainan yang lebih terkontrol.
Indonesia mencetak 13 poin pada kuarter ketiga, sedangkan Thailand hanya mampu menghasilkan 11 angka.
Skor pun berubah menjadi 49-37.
Keunggulan 12 poin tersebut menjadi modal penting untuk memasuki kuarter terakhir. Namun, pertandingan belum benar-benar selesai.
Thailand masih punya kesempatan untuk mengejar.
Apalagi, mereka langsung memberikan tekanan pada awal kuarter keempat dan berhasil memangkas jarak melalui tambahan tujuh poin. Indonesia harus kembali meningkatkan konsentrasi agar keunggulan yang sudah dibangun sejak kuarter kedua tidak hilang begitu saja.
Situasi tersebut membuat menit-menit terakhir pertandingan menjadi cukup menegangkan.
Indonesia kemudian mendapatkan momentum lewat tembakan dua angka Erinindita Madafa dan tembakan tiga angka Kartika Hatta.
Thailand terus mencoba mengejar, tetapi perolehan poin mereka tidak cukup untuk membalikkan keadaan.
Indonesia akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 61-52.
Kimberley Pierre-Louis Jadi Salah Satu Kunci
Di balik kemenangan Indonesia, ada penampilan penting dari Kimberley Pierre-Louis.
Pemain tersebut menjadi pencetak angka terbanyak Indonesia dengan torehan 14 poin dan 16 rebound. Tidak berhenti di situ, Kimberley juga menyumbangkan enam assist selama bermain hampir 34 menit. Catatan tersebut membuatnya membukukan double-double.
Kontribusi Kimberley terasa penting karena pertandingan tidak hanya ditentukan dari kemampuan mencetak poin.
Rebound juga menjadi bagian krusial dalam pertandingan.
Secara keseluruhan, Indonesia mengumpulkan 50 rebound, 20 assist, dan delapan steal. Catatan tersebut menunjukkan kontribusi tim dalam menjaga penguasaan bola sekaligus menciptakan peluang.
Faizzatus Shoimah juga memberikan kontribusi besar dengan mencetak 12 poin, tiga rebound, dan dua assist.
Jadi, kemenangan ini bukan hasil dari satu pemain saja.
Ada kontribusi dari berbagai pemain yang membuat Indonesia mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Timnas Basket Putri Akhirnya Balas Kekalahan SEA Games
Nah, ini bagian yang membuat kemenangan atas Thailand terasa lebih spesial.
Pada SEA Games 2025, Thailand menjadi tim yang mengalahkan Indonesia.
Karena itu, pertemuan di Asian Games 2026 seperti memberikan kesempatan kedua kepada skuad Merah Putih.
Pelatih kepala Indonesia, Gitautas Kievinas, secara terbuka menyebut kemenangan tersebut sebagai pembalasan atas kekalahan sebelumnya. Ia juga menegaskan bahwa pertandingan melawan Thailand tidak berjalan mudah.
Menurut Gitautas, Thailand memiliki materi pemain dan jajaran pelatih yang bagus.
Artinya, keunggulan sembilan poin yang terlihat di papan skor tidak menggambarkan sepenuhnya betapa ketatnya pertandingan tersebut.
Indonesia memang mampu mengendalikan permainan dalam beberapa fase, tetapi Thailand terus memberikan perlawanan.
Karena itu, kemenangan ini juga menjadi hasil dari kemampuan para pemain menjaga konsentrasi ketika lawan mulai mengejar.
Dewa Ayu Sebut Thailand Memang Jadi Target
Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi juga mengungkapkan bahwa pertandingan melawan Thailand sudah menjadi salah satu target tim sejak masa persiapan.
Jadi, para pemain memang datang ke pertandingan dengan motivasi untuk memberikan performa terbaik.
Ayu menyebut kemenangan tersebut sebagai sesuatu yang membuatnya senang sekaligus bersyukur.
Bukan cuma karena Indonesia berhasil memenangkan laga pertama Asian Games 2026, tetapi juga karena tim akhirnya bisa membalas kekalahan sebelumnya dari Thailand.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pertandingan ini memang memiliki makna khusus bagi para pemain.
Meski begitu, kemenangan tetap harus dilihat sebagai bagian dari perjalanan yang lebih panjang.
Asian Games masih berlangsung dan Indonesia masih mempunyai pertandingan lain yang tidak kalah berat.
Menang Sekarang, China Sudah Menanti
Setelah Thailand, tantangan berikutnya sudah menunggu.
Indonesia akan menghadapi China pada 21 September 2026 dalam lanjutan Grup A.
Laga tersebut tentu akan menjadi ujian berbeda.
Kalau Thailand memberikan pengalaman pertandingan yang ketat, China menghadirkan tantangan lain yang harus dipersiapkan dengan matang oleh skuad Indonesia.
Manajer Timnas Basket Putri Indonesia, Handoyo, juga berharap para pemain bisa tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya, terutama dalam mengeksekusi instruksi pelatih dan menjaga mental pertandingan.
Dengan kemenangan atas Thailand, Indonesia kini memiliki modal awal yang positif.
Hasil tersebut juga membuat Indonesia membuka peluang untuk melanjutkan perjalanan ke babak delapan besar.
Namun, pekerjaan belum selesai.
Kemenangan yang Bukan Sekadar Soal Skor
Kalau melihat perjalanan pertandingan, kemenangan 61-52 atas Thailand punya beberapa cerita sekaligus.
Semua itu akhirnya bermuara pada satu hasil: Indonesia mengawali Asian Games 2026 dengan kemenangan.
Yang menarik, kemenangan ini juga bisa menjadi suntikan kepercayaan diri bagi para pemain. Tetapi, seperti yang disampaikan manajemen tim, evaluasi tetap diperlukan agar performa pada pertandingan berikutnya bisa lebih baik.
Untuk penggemar olahraga Tanah Air, tentu menarik melihat bagaimana perjalanan Timnas Basket Putri akan berlanjut setelah berhasil melewati Thailand.
Apakah kemenangan ini bisa menjadi momentum penting sebelum menghadapi China?
Atau justru pertandingan melawan China akan memberikan ujian yang jauh lebih berat bagi Srikandi Merah Putih?
Untuk berita terbaru seputar olahraga, hiburan, dan berbagai kabar yang sedang ramai diperbincangkan, jangan lupa terus kunjungi Mania News.
Menurut kamu, kemenangan atas Thailand ini lebih terasa sebagai revans, atau justru menjadi bukti bahwa Timnas Basket Putri Indonesia sudah semakin siap bersaing di level Asia? Tulis pendapat kamu di kolom komentar!