Jule Tak Jadi Tersangka, Bakal Direhabilitasi Usai Positif Etomidate
Kalau biasanya nama Jule atau Julia Prastini muncul di media sosial karena kehidupan personal dan aktivitasnya sebagai figur publik, kali ini kabarnya datang dari perkara hukum yang cukup mengagetkan. Jule diamankan polisi setelah penyidik menemukan keterlibatannya dalam penggunaan vape yang mengandung etomidate. Kini, Jule akan menjalani asesmen sebelum mengikuti program rehabilitasi.
Kasatresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta, AKP Michael Tandayu, menyampaikan perkembangan tersebut pada Sabtu, 19 September 2026. Michael mengatakan polisi tidak menetapkan Jule sebagai tersangka karena penyidik hanya menemukan perannya sebagai pemakai.
Buat pembaca Mania News, kasus ini menarik perhatian bukan hanya karena melibatkan figur publik, tetapi juga karena polisi mengungkap adanya jaringan peredaran vape berisi etomidate yang lebih luas.
Jule Akan Jalani Asesmen Sebelum Rehabilitasi
Setelah menangkap Jule, polisi tidak membawa perkara tersebut ke proses pidana sebagai tersangka. Penyidik justru mengarahkan Jule untuk menjalani asesmen guna menentukan langkah rehabilitasi berikutnya.. Polisi menerapkan pendekatan restorative justice dengan menempatkannya sebagai pemakai.
Setelah mengamankan Jule, polisi tidak langsung menetapkannya sebagai tersangka.
Sebaliknya, penyidik akan membawa Jule menjalani asesmen untuk menentukan proses rehabilitasi yang sesuai.
Michael Tandayu mengatakan polisi menyerahkan proses rehabilitasi Jule kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi atau BNNP.
“Rehabnya kita serahkan kepada BNNP,” ujar Michael kepada wartawan pada Sabtu (19/9/2026).
Keputusan tersebut membuat penanganan Jule berbeda dengan tiga orang lainnya yang polisi amankan dalam pengungkapan kasus tersebut.
Ketiganya berstatus sebagai tersangka karena polisi menemukan dugaan keterlibatan mereka dalam jaringan peredaran etomidate.
Jule Disebut sebagai Pemakai, Bukan Pengedar
Polisi menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan terhadap Jule tidak menunjukkan adanya indikasi bahwa ia berperan sebagai pengedar.
Penyidik juga melakukan penelusuran terhadap telepon genggam milik Jule. Dari pemeriksaan tersebut, polisi menyatakan tidak menemukan transaksi yang menunjukkan adanya aktivitas pemesanan atau penjualan kepada pihak lain.
Karena itu, dia ditempatkan sebagai pengguna.
Polisi menetapkan RR, RN, dan seorang warga negara China berinisial XC sebagai tersangka setelah penyidik menemukan dugaan keterlibatan mereka dalam jaringan peredaran etomidate.
Polisi Temukan Empat Cartridge di Apartemen
Sementara itu, polisi menangkap Jule pada Senin, 14 September 2026. Saat itu, penyidik menemukan Jule berada di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Selatan.
Saat polisi datang, Jule sedang berada di dalam apartemen bersama dua orang temannya.
Namun, menurut keterangan polisi, kedua teman nya tidak mengetahui aktivitas yang berkaitan dengan penggunaan etomidate.
Dalam penggeledahan, polisi menemukan empat cartridge vape.
Dalam penggeledahan, polisi menemukan empat cartridge vape yang berisi etomidate. Tiga cartridge sudah kosong, sedangkan satu cartridge masih terisi penuh. Sementara satu cartridge lainnya masih dalam kondisi penuh dan berisi zat etomidate.
Barang bukti tersebut kemudian menjadi bagian dari pemeriksaan polisi untuk mengetahui peran Jule dalam perkara tersebut.
Selain barang bukti fisik, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap Jule, termasuk tes urine.
Hasil Tes Urine Positif Etomidate
Hasil pemeriksaan urine menjadi salah satu temuan penting dalam kasus ini.
Polisi menyebut hasil tes urine nya menunjukkan positif etomidate.
Temuan tersebut kemudian mendorong penyidik untuk menggali lebih jauh aktivitas Jule. Polisi memeriksa Jule sekaligus menelusuri komunikasi dan transaksi yang terdapat di dalam telepon genggamnya.
Dalam salah satu keterangan, Michael menyebut Jule telah menggunakan etomidate selama sekitar satu bulan dan mendapatkannya dari tersangka RR dan RN.
Namun dalam keterangan lain pada hari yang sama, polisi menyebut berdasarkan pengakuan dan penelusuranbaru mulai mencoba etomidate sekitar dua hingga tiga minggu sebelumnya.
Perbedaan penyebutan durasi tersebut menjadi catatan penting dalam pemberitaan kasus ini. Polisi juga melakukan tes urine terhadap Jule dan menemukan hasil positif etomidate.
Dari Mana Jule Mendapatkan Vape Etomidate?
Kasus ini ternyata bermula dari pengungkapan jaringan yang lebih besar.
Sebelum menangkap Jule, polisi terlebih dahulu mengamankan dua perempuan berinisial RR dan RN.
Dari penangkapan tersebut, penyidik menemukan transaksi dan bukti pengiriman yang mengarah kepada nya.
Petunjuk tersebut kemudian polisi kembangkan hingga akhirnya penyidik menangkap Jule di sebuah apartemen pada 14 September 2026.
Polisi menyebut bahwa dia mendapatkan cartridge etomidate dari RR dan RN. Dari hasil penelusuran, penyidik tidak menemukan indikasi bahwa Jule membeli dari pihak lain.
Dalam pengembangan kasus yang sama, polisi juga menyita 71 cartridge siap pakai dari XC. ANTARA melaporkan, barang bukti tersebut ikut memperkuat pengungkapan jaringan peredaran vape yang mengandung etomidate.
Polisi menyatakan turut mengamankan puluhan cartridge etomidate dalam pengungkapan jaringan tersebut.
Polisi Sebut Jule Berstatus Korban
Selain menetapkan Jule sebagai pemakai, polisi juga menempatkannya sebagai korban dalam perkara tersebut secara hukum.
AKP Michael Tandayu menjelaskan posisi Jule ketika wartawan menanyakan perbedaan status hukumnya dengan orang-orang lain yang polisi amankan dalam kasus tersebut.
Menurut polisi, penempatan tersebut berkaitan dengan hasil penyelidikan mengenai peran masing-masing orang.
Atas dasar temuan tersebut, polisi memilih pendekatan restorative justice untuk menangani perkara Jule.
Setelah itu, polisi mengarahkan Jule menjalani asesmen. Hasil asesmen nantinya menjadi bagian dari proses menuju rehabilitasi.
Kasus nya Bukan Sekadar Soal Vape
Perkara yang menyeret nya juga membuka perhatian publik terhadap penggunaan etomidate melalui perangkat vape.
Etomidate sendiri merupakan zat yang dalam konteks medis dikenal sebagai obat anestesi. Dalam kasus ini, polisi menangani penggunaan zat tersebut melalui cartridge vape sebagai bagian dari perkara penyalahgunaan zat.
Yang membuat kasus ini semakin menjadi perhatian adalah adanya jaringan distribusi di balik cartridge tersebut.
Artinya, perkara Jule tidak berdiri sendiri.
Pengungkapan itu bermula dari penangkapan RR dan RN sebelum akhirnya berkembang ke Jule dan XC.
Jule Kini Menunggu Proses Rehabilitasi
Untuk saat ini, perhatian terhadap Jule bergeser dari proses penetapan status hukum menuju tahapan asesmen dan rehabilitasi.
Polisi telah menyatakan bahwa Jule tidak berstatus sebagai tersangka.
Ia diproses sebagai pemakai melalui pendekatan restorative justice dan proses rehabilitasinya diserahkan kepada BNNP.
Kasus ini tentu menjadi pengalaman besar bagi Jule, terlebih karena proses penanganannya berlangsung di tengah sorotan publik.
Di sisi lain, masyarakat juga bisa melihat bahwa satu perkara penyalahgunaan zat dapat memiliki jalur penanganan berbeda tergantung pada peran seseorang berdasarkan hasil penyelidikan.
Bagi Jule, tahapan berikutnya adalah menjalani proses asesmen dan rehabilitasi.
Sementara bagi penyidik, pengungkapan kasus ini masih berkaitan dengan upaya membongkar jaringan yang memasok dan mengedarkan vape berisi etomidate.
Penutup
Kasus Jule akhirnya memasuki babak baru. Setelah diamankan karena penggunaan vape yang mengandung etomidate dan dinyatakan positif dalam tes urine, tidak ditetapkan sebagai tersangka.
Polisi menempatkannya sebagai pemakai dan menerapkan pendekatan restorative justice. Selanjutnya, proses asesmen serta rehabilitasi diserahkan kepada BNNP.
Sementara itu, pengungkapan perkara tersebut juga membawa polisi kepada sejumlah pihak lain yang diduga memiliki peran dalam jaringan peredaran etomidate.
Perkara ini tentu masih akan menjadi perhatian publik, terutama terkait proses rehabilitasi Jule dan perkembangan kasus terhadap para tersangka lainnya.
Menurut kalian, bagaimana pandangan kalian terhadap keputusan polisi menempatkan Jule sebagai pemakai dan menjalankan proses rehabilitasi? Apakah langkah tersebut menurut kalian bisa menjadi bagian dari proses pemulihan bagi pengguna?
Jangan lupa terus ikuti perkembangan berita hiburan dan kabar terbaru lainnya hanya di Mania News.